Rabu, 30 Mei 2012

Meniru Cara Bisnis Orang Cina

Saat mendengar orang china, maka yang pasti kita pikirkan adalah pedagang yang sukses. Memang dikalangan masyarakat kita mayoritas keturunan china adalah pedagang. Dan mereka menjadi pedagang yang sukses, tokonya ramai, dagangannya laku dengan larisnya. Di sektor inilah orang china banyak bekerja dan berhasil. Lalu kenapa mereka rasanya begitu mudah untuk sukses dalam berdagang. Tentunya kita harus belajar juga dari mereka. Yaitu bagaimana bisa menjadi sukses dalam bekerja.

Jadi Pedagang Lebih Baik
Dengan berdagang mereka bisa menjadi bos karena dia yang mengurusinya sendiri, dia tidak disuruh-suruh. Adanya perkataan yang menyatakan bahwa untuk jadi kaya hanya dimiliki oleh orang-orang yang berani mengambil resiko. Dan berdagang adalah salah satu yang resikonya besar. Jadi dengan berdagang akan bisa jadi lebih cepat kaya.

Kerja Keras
Ini yang terkenal dari orang china, mereka sangat suka kerja dan bekerja dengan keras. Mereka memiliki jam kerja lebih banyak dari yang lain. Hanya orang yang mau bekerja dengan keras dan tidak mudah putus asa yang bisa sukses.

Suka Tantangan dan Berani Mengambil Resiko
Selain semangat kerja yang tinggi. Orang china juga berani mengambil resiko, suka tantangan. Setiap tantangan menjadi jalan kesuksesan dan peluang yang lebih baik.


Pintar Melihat Peluang
Ini dia yang paling menentukan keberhasilan. Orang china mampu melihat peluang dan mengambil peluang itu serta menekuninya. Kadang orang beranggapan itu bukan usaha yang akan menghasilkan uang banyak. Tapi orang china mampu mengubah usaha yang dianggap tidak tidak menguntungkan menjadi lahan yang menjanjikan.

Jaringan yang Solid
Bagi orang china, tidak ada saingan, yang ada adalah saling melengkapi. Melengkapi dalam arti, saling menyuplai dan memperbanyak ragam dan jenis jualannya. Ini akan mampu menciptakan banyak peluang usaha dan pembeli memiliki banyak pilihan.

Mengumpulkan Informasi dan Belajar.
Sebelum terjun ke suatu bidang usaha, umumnya orang Tionghoa akan mengumpulkan informasi sebanyak mungkin. Mereka tidak segan pergi ke saudara, teman, dan bahkan pihak yang tidak mereka kenal. Setiap pembicaraan dengan siapa saja mereka untuk menanyakan usaha yang akan mereka tekuni. Kemanapun mereka pergi, mereka akan membuka mata dan telinga lebar-lebar. Dengan kata lain mereka sangat mahir melakukan survey terhadap usaha yang akan mereka geluti.
Selain itu, mereka juga tidak segan untuk belajar. Cara belajar yang umum dari mereka adalah bekerja untuk orang yang usahanya serupa. Setelah yakin telah menguasai cukup informasi dan keterampilan mereka akan berusaha sendiri.

Melakukan Perencanaan
Perencanaan yang paling umum dilakukan oleh orang Tionghoa adalah melihat dari segi untung-ruginya suatu usaha. Dalam bahasa akademis, mereka mempertimbangkan visibility usaha yang akan mereka jalankan. Berapa banyak ongkos yang akan dikeluarkan, bagaimana cara mendapatkan bahan baku/material, bagaimana mempersiapakan produk mereka, siapa yang akan beli, akan dijual dimana, kapan kembali modal, dan berapa keuntungannya merupakan faktor utama yang mereka pertimbangkan.
Perencanaan mereka juga sangat memperhatikan efektifitas (tujuan tercapai) dan efisiensi (tepat cara, tanpa banyak mengorbankan waktu dan tenaga) usaha yang mereka geluti.

Kemampuan Administratif dan Inventory Control
Agaknya banyak orang lupa akan hal yang satu ini. Orang Tionghoa sangat sadar akan pentingnya kemampuan dalam beradministrasi dan melakukan mengontrolan inventory. Mereka sangat memperhatikan secara terperinci setiap kegiatan usaha mereka dan merekamnya dalam catatan. Karena itu mereka tahu betul bagaimana neraca keuagan mereka dan persediaan inventory mereka.
Sebagai contoh, jika kita hendak belanja sesuatu di toko orang Tionghoa sangatlah jarang bahwa mereka sampai kehabisan persediaan.

Mendelegasikan
Orang Tionghoa sadar betul bahwa untuk mengembangkan suatu usaha agar menjadi besar, mereka harus bisa mendelegasikan pekerjaannya. Syarat utama pendeligasian adalah bahwa orang atau karyawan mereka harus bisa dipercaya. Karena itu, mereka cenderung mencari orang yang sudah dikenal lama dan terbukti bisa dipercaya. Bagi mereka keahlian berusaha bisa diajarkan, tetapi kebercayaan tergantung dari masing-masing kepribadian.
Karena sistem kepercayaan ini jugalah maka, mereka tidak segan-segan meminta anak mereka yang masih kecil untuk membantu usaha mereka. Di lain pihak, anak mereka yang sudah terbiasa terekspos dengan usaha orang tuanya, membuat sang anak tumbuh dengan naluri usaha yang mendarah daging.

Mendiversifikasi
Pengusaha Tionghoa tidak mudah merasa puas dan cukup atas usaha mereka. Mereka selalu berusaha untuk memperluas usahanya. Salah satu caranya adalah dengan melakukan deversifikasi produk.
Mereka cenderung mempunyai keinginan untuk memenuhi semua kebutuhan dan keinginan pelanggannya. Mereka ingin agar pelanggannya hanya datang ke mereka. Untuk itu, mewujudkan keinginan ini, cara yang paling tepat adalah berani melakukan deversifikasi produk.

Sumber : http://ekonomi.kompasiana.com/wirausaha/2011/02/07/belajar-bisnis-dari-orang-cina/, dan www.kaskus.us/showthread.php?t=8308300&page=4

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar